Minggu, 29 November 2015

Menghilangkan phobia

Melihat Penampakan Emosi negatif Rasa takut Pada Tubuh Manusia

Melihat Penampakan Emosi negatif,Rasa takut Pada Tubuh

Pada artikel sebelumnya tentang Alasan Mengapa MenghilangkanFobia sosial buat lebih sehat,artikel kali ini akan membahas sebuah riset menarik tentang  bagaimana gambaran orang yang mengalami kecemasan,depresi,stres,fobia secara spesifik,baik orang yang fobia pada kematian,fobia air,fobia toilet dan berbagai jenis rasa takut irrasional lainnya dan dampak bagi tubuh manusia itu sendiri yang pada akhirnya  membawa kita semua kepada pilihan agar bisa bahagia 24 jam,selamanya.Dan bisa senantiasa selalu sehat
BIASANYA seseorang akan merasakan perubahan aktivitas yang kian meningkat pada bagian tubuh tertentu saat kondisi mental berubah.

Hal tersebut ternyata bukan tanpa alasan, namun dipengaruhi oleh perubahan yang emosi dan sensasi fisik yang terjadi dalam tubuh yang kemudian terkait erat dengan warna.
Ini dibuktikan melalui riset yang dipublikasi dalam Proceedings of the National Academies of Sciences yang mengemukakan bahwa emosi manusia cenderung mempengaruhi tubuh secara konsisten, demikian dilansir The Atlantic, baru-baru ini.

Berdasarkan 5 eksperimen dari 701 peserta, masing-masing diperlihatkan dua siluet tubuh bersama kata-kata, kisah, film dan ekspresi wajah. Mereka diminta mewarnai bagian tubuh berdasarkan aktifitas yang paling dirasakan saat melihat setiap stimulus.

Warna merah dan kuning ditujukan bagi perasaan dan sensasi yang menguat dan lebih positif, sedangkan biru dan hitam untuk perasaan yang semakin melemah seperti sedih atau marah terhadap sesuatu.

Diketahui, emosi dan perasaan umumnya dirasakan mulai dari bagian dada, kepala hingga bagian tubuh lainnya.

Peneliti juga mengemukakan bahwa perasaan yang dialami cenderung lebih mempengaruhi detak jantung dan suhu kulit. Ini digambarkan melalui ilustrasi emosi berdasarkan warna yang kemudian dimanfaatkan untuk melihat sensasi fisik terkait perbedaan emosi yang muncul.

Semoga informasi diatas semakin membuat kita bisa lebih termotivasi untuk menjalani perilaku pribadi  hidup bahagia dalam situasi apapun dan bisa lebih berdamai dengan emosi negatif ataupun rasa takut yang berlebihan (Fobia).

Tantangan Bimbingan dan Konseling di Era Globalisasi

Judul: Tantangan Bimbingan dan Konseling di Era Globalisasi
Genre: Pendidikan-Psikologi
Desain sampul: JULFAHMI PUTRA JABAT


Cover Buku baru
Bahwa dinamika kehidupan modernisasi dan globalisasi telah merubah wajah kehidupan anak-anak bangsa semakin suram dan bahkan seram.  Berbagai perilaku menyimpang telah banyak dialami oleh anak-anak remaja yag tidak lain mereka berstatus sebagai pelajar.  Dampak arus globalisasi di mana telah terjadi transformasi budaya dan nilai-nilai kehidupan dari berbagai negara yang nyaris tanpa filter telah berdampak negatif bagi perkembangan kepribadian anak bangsa yang cenderung bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang religius dan humanis.  Beberapa perilaku menyimpang tersebut misalnya pergaulan bebas,  penyalahgunaan narkoba,  perkelahian antar pelajar,  perkelahian antar geng,  perkelahian antar kampung,  geng motor yang sangat meresahkan,  dan berbagai perilaku agresif lain yang sangat memprihatinkan.  Bahkan akhir-akhir ini terjadi peristiwa yang sangat memilukan yaitu praktik prostitusi yang melibatkan pelajar SMP sebagai pelacur dan mucikari.
Berbagai kondisi tersebut merupakan tantangan bagi dunia pendidikan dalam hal ini sekolah yang merupakan satuan pendidikan, khususnya Bimbingan dan Konseling yang memegang peran strategis dalam membantu siswa menjadi pribadi-pribadi yang sehat, yaitu pribadi yang tetap survive mempertahankan jati dirinya sebagai manusia yang memiliki fitrah sebagai makhluk yang mulia,  bermartabat dan menjalankan fungsi sebagai penopang peradaban kemanusiaan.  Beberapa fungsi Bimbingan Konseling dalam hal ini di antaranya adalah fungsi pemahaman, fasilitasi,  penyesuaian,  penyaluran, adaptasi, pencegahan, perbaikan, penyembuhan, pemeliharaan dan pengembangan.
Fungsi-fungsi tersebut akan diuraikan di buku ini dalam bidang-bidang layanan bimbingan konseling yang meliputi empat bidang bimbingan yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir.
Dalam buku ini juga dibahas mengenai pribadi bermasalah dan pribadi sehat, pendekatan-pendekatan konseling, kesehatan mental, pencerahan spiritual, hubungan antara kesehatan mental dan pencerahan spiritual serta nilai-nilai kehidupan sebagai bahan renungan dalam berfikir, bersikap dan bertindak agar menemukan kebahagiaan dan terbebas dari kegelisahan, kecemasan dan kesedihan dari berbagai sumber, baik nilai-nilai yang bersifat universal maupun nilai kehidupan yang bersifat transendental.
Buku Tantangan Bimbingan dan Konseling di Era Globalisasi ini ditulis oleh Bapak Sunarko, M.Pd, beliau merupakan Pengawas Madya Bimbingan dan Konseling  pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengalamannya sebagai guru Bimbingan dan Konseling selama hampir dua puluh tahun beliau tuangkan dalam buku yang sarat ilmu dan inspirasi ini. Buku Tantangan Bimbingan dan Konseling di Era Globalisasi sangat cocok dimiliki oleh para tenaga pendidik dan orang tua yang mempunyai kepedulian lebih pada pendidikan aspek psikologi anak.

Salam
IKI
sindiran yang halus